By Abi Ali Al-Qahtani
Pengamat Politik Islam.
Opini_News, Krisis ekonomi negara bukan tidak ada orang cerdas, bukan pula tidak adanya kekayaan Alam, namun disebabkan karena negara menerapkan ideologi demokrasi kapitalis dan membelakangi syariat Islam.
Sudah sering digantikan periode kepemimpinan negara namun kebijakan semakin merugikan masyarakat, seperti kebijakan kenaikan harga BBM maupun kenaikan tarif pembayaran listrik, semestinya negara semakin tua semakin menampakan kesejahteraan rakyat bukan sebaliknya.
Kebijakan ini lahir dari penguasa yang hidup mewah dengan demokrasi Kapitalis, tanpa ada sedikit keraguan mengeluarkan regulasi yang mencederai sistem tata cara bernegara yaitu demokrasi.
Demokrasi hadir sebagai simbolitas tata cara dalam negara tetapi sangat rapuh dipraktikan, implementasi dari demokrasi tidak bisa dibuktikan, apalagi dengan peraturan UU, pengadilan hukum, justru menguntungkan penguasa dan kaum pemodal dibuktikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua belum ada titik terang.
Apalagi kebijakan terbaru dari Presiden no 7 tahun 2022, tentang penggunaan kendaraan listrik oleh pegawai negara termasuk kepala daerah maupun Gubernur, selain itu memaksa masyarakat menggunakan kompor listrik dan merampas tabungan LPG isi 3 kg, ini sejatinya kebijakan dzolim penguasa yang lahir dari demokrasi Kapitalis.
Selain itu perlu diketahui, bahwa kendaraan listrik diproduksi banyak oleh China, dan tidak menutup kemungkinan barang-barang tersebut diimpor dari negara tersebut. Dan ini juga ada kaitannya dengan Pilpres 2024, siapa saja yang menyepakati atau mendukung regulasi kebijakan tersebut maka secara otomatis akan mendukung calon presiden yang mendukung regulasi kepentingan pemodal China.
Peresmian UU omnibus law, RUU – KUHP tidak lepas dari kepentingan pemodal, apalagi penguasa sangat dekat dengan China, tentu kebijakan tidak lepas dari saling menguntungkan antara penguasa dan oligarki. Akhirnya masyarakat yang merasakan karena kerusakan kebijakan penguasa demokrasi kapitalis.
Demokrasi Kapitalis bukanlah ideologi dirancang untuk mensejahterakan masyarakat melainkan kepentingan para oligarki, rakyat sebagai kumpulan individu-individu yang hidup dalam negara tanpa ada kepedulian yang jelas dari penguasa, justru saat ini bergantinya Presiden namun semakin menyesengsarakan rakyat.
- LEMAHNYA HUKUM DALAM NEGARA BERHUKUMLEMAHNYA HUKUM DALAM NEGARA BERHUKUM Penegak hukum memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas penegakan hukum di sebuah negara. Di Indonesia, kinerja para penegak hukum sering kali dianggap kurang memuaskan. Ketidakpuasan masyarakat ini menjadi pertanda lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Hukum yang dianggap sebagai cara untuk mencari keadilan bagi masyarakat malah memberikan rasa ketidakadilan. Salah satu penyebab lemahnya penegakan hukum di Indonesia adalah kualitas para penegak hukum. Masih rendahnya moralitas mengakibatkan profesionalisme kurang dan terjadi ketidakmauan pada penegak hukum. Moralitas ini berkaitan dengan problem dilakukan oknum penegak Para penegak hukum yang seharusnya menegakkan hukum bukan malah justru terlibat dalam sebuah praktek, … Lanjutkan membaca LEMAHNYA HUKUM DALAM NEGARA BERHUKUM
- Pemuda asal Cempi jaya angkat bicara terkait dengan kasus penyerobatan Tanah di kawasan kecematan hu’u.Pemuda asal Cempi jaya angkat bicara terkait dengan kasus penyerobatan Tanah di kawasan kecematan hu’u. Pemuda yang atas M. Supryadin S.H adalah salah satu pemuda yang berasal desa Cempi Jaya kecematan Huu kabupaten Dompu NTB yang baru saja menyelesaikan pendidikan profesinya sebagai advokat. Ia mengalatakan bahwa:Banyak persoalan yang terjadi di kalangan masyarakat terkait kasus penyerobotan tanah yang dilakukan secara melawan hukum dan ketetapan UU yang berlaku. Sehingga dari sekian banyaknya suatu persoalan belum mampu untuk di hilang kan di negara indonesia, dari tahun ke tahun kasus atau sengketa terus muncul dari kehidupan masyarakat. Salah satunya menjual hak orang lain tanpa … Lanjutkan membaca Pemuda asal Cempi jaya angkat bicara terkait dengan kasus penyerobatan Tanah di kawasan kecematan hu’u.
- SECERCAH CAHAYASETITIK CAHAYA MENERANGI KEGELAPAN MALAM. Langit hitam kelam menutupi sejuta bintang-bintang berkilau ia memberi petanda bahwa hujan aka turun membasahi bumi, serta angin yang membuat8 tumbuhan bergoyang, malam semakin hitam diri yang mulai bingung akan cahaya yang tenggalam ditelan oleh langit, serta mencari jalanpun susah untuk di temukan. Hingga aku berhenti di sebuah tempat untuk beristirahat sejenak, sambil memandang sekeliling yang kebetulan ada sebuah pohon yang sedikit memancarkan setitik terang, akhirnya kaki bergerak melangkan menuju setitik cahaya itu, ketika sampai di tempat tersebut ternyata ada sebuah gubuk yang lumayan besar terlihat terlihat rapi, aku kira tidak ada penghuni.Setelah itu aku … Lanjutkan membaca SECERCAH CAHAYA
- IDEOLOGI YANGMELAHIRKAN PEMIMPIN DZOLIMBy Abi Ali Al-QahtaniPengamat Politik Islam. Opini_News, Krisis ekonomi negara bukan tidak ada orang cerdas, bukan pula tidak adanya kekayaan Alam, namun disebabkan karena negara menerapkan ideologi demokrasi kapitalis dan membelakangi syariat Islam. Sudah sering digantikan periode kepemimpinan negara namun kebijakan semakin merugikan masyarakat, seperti kebijakan kenaikan harga BBM maupun kenaikan tarif pembayaran listrik, semestinya negara semakin tua semakin menampakan kesejahteraan rakyat bukan sebaliknya. Kebijakan ini lahir dari penguasa yang hidup mewah dengan demokrasi Kapitalis, tanpa ada sedikit keraguan mengeluarkan regulasi yang mencederai sistem tata cara bernegara yaitu demokrasi. Demokrasi hadir sebagai simbolitas tata cara dalam negara tetapi sangat rapuh … Lanjutkan membaca IDEOLOGI YANGMELAHIRKAN PEMIMPIN DZOLIM
- Habib Umar bin hafidz 🥰🥰🥰🥰🥰🥰“ Kalau awan mendung di atas langit, maka Jangan larang hujan itu turun. kalau angin bertiup dengan kencangnya maka Jangan larang dedaun kering berguguran kalau namamu sudah mekar di hatiku, maka Jangan larang aku untuk selalu setia dan merindukanmu wahai habib ”